SUARA INDONESIA
Banner

Berawal dari Hobi, Remaja Asal Kota Batu Ini Sukses Bisnis Ikan Cupang

KOTA BATU - Pandemi Covid-19 telah melanda nusantara lebih dari satu tahun lamanya. Banyak hal yang harus dikorbankan akibat dari adanya pandemi ini.

Salah satunya yaitu berdampak pada banyaknya restoran maupun kafe yang melakukan pengurangan terhadap jumlah pegawainya.

Akibatnya, banyak dari pegawai yang kehilangan pekerjaannya. Pemilik kafe harus mengurangi jumlah pegawai mereka untuk meminimalisir kerugian akibat sepinya pengunjung. Sebagai karyawan, tidak ada pilihan lain dan harus menerima keputusan tersebut. 

Hal ini dialami Sayuk Prayugo, warga Desa Sanggrahan, Kota Batu. Ia adalah salah seorang pegawai kafe di daerah Kota Batu yang terpaksa di rumahkan.

Dikeluarkan dari pekerjaan sebelumnya tak membuatnya patah semangat. Pria berusia 22 tahun tersebut telah memiliki hobi memelihara Ikan Cupang yang sekaligus dijadikan ladang bisnis semenjak tiga tahun terakhir.

Berawal dari sebuah hobi itulah, kini ia mulai mengembangkan bisnisnya untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Bersama dengan dua orang temannya, ia memperbesar usaha Ikan Cupang dengan membuat kolam sendiri yang lebih luas.

Sayuk Prayugo mencoba menjadi peternak Ikan Cupang selama empat bulan belakangan. Prayugo mengatakan, dengan menjadi peternak Ikan Cupang maka akan mendapatkan keuntungan lebih.

"Kalau kita ambilnya dari petani Cupang maka dapat diperkirakan keuntungan sebesar 50 persen saja, namun apabila kita menjadi petani ikan langsung maka dapat diperoleh keuntungan sampai 300 persen," kata Sayuk Prayugo kepada suaraindonesia.co.id, Senin (29/03/2021).

Prayugo menambahkan, meskipun di masa pandemi membuat harga Ikan Cupang kadang turun, namun ia masih mendapatkan penghasilan dari bisnis Ikan Cupangnya. Dalam satu bulan, keuntungan bersih yang diperolehnya berkisar dari Rp. 1.000.000-Rp 1.500.000. 

Ditempat tinggalnya, di Desa Sanggrahan, ia memiliki toko pribadi bernama Betta Amanah. Pembeli di toko ini mayoritas adalah anak kecil dan kebetulan ditempat tinggalnya cukup banyak anak-anak. 

Selain berjualan secara langsung, ia juga memanfaatkan media sosial Facebook, Instagram dan Whatsapp untuk mempermudah penyebaran informasi. Sehingga tak jarang ia mendapatkan pesanan dari masyarakat sekitar Batu yang menyaksikan postingan di media sosialnya. 

Dalam satu hari ia biasa menjual 20 hingga 40 ekor ikan cupang secara ecer dan 50-250 dalam skala besar. Namun untuk penjualan skala besar sendiri tidak dapat dipastikan setiap bulannya ada. 

Selain berjualan di Kota Batu, Prayugo juga telah berhasil melebarkan usahanya hingga ke berbagai kota di Indonesia diantaranya Bekasi, Ponorogo, dan Gresik. Ia mengirimkan ikan cupang melalui jasa pengiriman paket.

Untuk harga yang dipatok yaitu berkisar Rp 5.000-60.000 per ekor ikan tergatung jenisnya. Dalam toko yang tengah dikembangkannya, ia memiliki sepuluh jenis Ikan Cupang yang diperjual belikan. Beberapa diantaranya adalah jenis Halfmoon, Crown Tail, Giant, Fancy, dan Plakat.

Dalam pengembangan usaha kolam cupang yang tengah dilakukannya saat ini, Ia berharap kedepannya dapat memasarkan Ikan Cupang lebih luas lagi hingga menembus pasar internasional.

Apa Reaksi Anda?