SUARA INDONESIA
Banner

Bupati Malang Ajak Pejabat Tingkatkan Mutu Pendidikan

MALANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengajak seluruh tenaga pendidik untuk bersama-sama berupaya meningkatkan mutu pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Malang saat memberikan arahan pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Pengukuhan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Malang, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 536 guru dilantik dan dikukuhkan Bupati Malang yang dibagi dalam dua sesi meliputi Kepala Sekolah Tingkat TK sampai SMP dan Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Bupati Malang, Sanusi saat dihadapan Awak media seusai kegiatan mengatakan bahwa paling prioritas adalah meningkatkan mutu pendidikan, sehingga nantinya anak didik ada kemajuan knowledge yang diukur atau penilaian kualitasnya dari hasil ujiannya. Harapannya, goalnya nanti adalah untuk menghasilkan dan memiliki SDM unggul yang dibuktikan dengan kecakapan dan kepintaran anak didik. 

"Itu bisa terlihat dari hasil kompetisi tentang keilmuan, teknologi, keahlian dan prestasinya baik secara nasional. Tentunya, para guru, pengawas dan kepala sekolah ini juga harus mewujudkan Budaya Kerja 5K yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas dan Kerja Prestasi," kata Bupati Malang.

Bupati Malang juga menegaskan bahwa posisi Kepala Sekolah per hari ini sudah terpenuhi semua, alias sudah terisi. Diakuinya, bahwa Kabupaten Malang memang kekurangan tenaga pendidik dan masih proses mengajukan ke pemerintah pusat dengan formasi CPNS sebanyak 4.700 guru.

''Kekurangan itu dikarenakan sejak ada yang pensiun, belum terisi lagi. Sedangkan untuk mengatasi pungutan liar di dunia pendidikan, kita terus sosialisasikan semua pihak harus sama-sama menjaga. Mesti ada hubungannya dengan wali murid. Maka jika ditemukan ada pungutan di luar ketentuan, maka laporkan saja ke Inspektorat," jelasnya.

Selain itu, Bupati Malang juga mengingatkan kepada para guru untuk menjaga perilakunya agar tidak sampai mengalami perceraian. Pasalnya, kasus perceraian di Kabupaten Malang dijumpai masih tinggi diantaranya dialami para guru dan tenaga kesehatan. Hal tersebut diakui Bupati, sebagai bagian dari mensosialisasikan agar tidak sampai terus banyak perceraian.

"Sekalipun, jodoh cerai dan mati itu memang takdir Allah SWT. Hal ini supaya dijaga karena yang izin perceraian itu masuknya ke Bupati," pungkasnya. (S.Basuki)

Apa Reaksi Anda?