Soal Tudingan Bupati Malang Sanusi Nunggak Pajak, Humas SanDi: KPP Jangan Ikut Berpolitik

Soal Tudingan Bupati Malang Sanusi Nunggak Pajak, Humas SanDi: KPP Jangan Ikut Berpolitik
Politik
Bupati Malang Sanusi saat dikonfirmasi awak media usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (28/07/2020). (Foto: Swandy Tambunan)

KABUPATEN MALANG - Suhu politik di Pilkada Kabupaten Malang 2020 kian memanas. Pasalnya, Bakal Calon Bupati Malang (Bacabup), H M Sanusi diterpa isu hoax.

Bacabup dari PDI Perjuangan itu di isukan memiliki tunggakan pajak mulai 2008 hingga 2020. Bola panas itu dilontarkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kepanjen, Budi Harjanto seperti diberitakan di media cetak Malang Post, Senin (27/07/2020) lalu.

Menyikapi pemberitaan tersebut, H M Sanusi memilih hemat bicara menanggapi tudingan tersebut.

"Saya enggak mau nanggapi, biar itu jadi urusan internalnya KPP Pratama Kepanjen, tapi setahu saya ada Undang-undang yang menyebutkan bahwa data nasabah Wajib Pajak (WP) itu di jaga kerahasiannya, kalau ada kebocoran data seperti itu biar masyarakat yang menilai," ungkap Sanusi saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (28/07/2020).

Dihubungi terpisah, Koordinator Humas dan Media Center Sanusi-Didik (SanDi), Abdul Qodir mengatakan, bocornya data nasabah Wajib Pajak (WP) tersebut dinilai sangat ceroboh.

Sebab, data nasabah WP tersebut dilindungi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan, di pasal 30 ayat (3) dan (4) dan di UU  Ketentuan Umum Tata Cara Perpajakan (KUP) nomer 6 tahun 1983 yang berbunyi pejabat yang karena kealpaannya tidak memenuhi kewajiban merahasiakan hal sebagaimana dimaksud dalam pasal 34, dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

"Ya menurut saya itu tindakan yang ceroboh karena sesuai UU KUP data Wajib Pajak itu kan dilindungi. Pastinya kan KPP paham itu," pungkas Abdul Qodir.

Pria yang akrab disapa Cha' Adeng itu, menghimbau agar KPP Pratama Kepanjen tidak ikut-ikutan berpolitik.

"Dalam hal ini apalagi berita itu muncul di tahun politik, kalau dikatakan rugi ya pasti kita dirugikan," ujarnya.

Adeng menegaskan bahwa Bupati Malang itu sudah clear masalah perpajakan.

"Kalau beliau (Sanusi) dikatakan ga taat pajak saya rasa itu tidak mungkin, sebab tax clearance beliau sudah beres atau diterbitkan dan tidak ada masalah, katanya hari ini KPP Kepanjen mau jumpa pers untuk klarifikasi meluruskan pemberitaan sesat di salah satu media tersebut," ujarnya.

Wakabid Pora DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu menduga ada upaya penggiringan opini untuk menjatuhkan Sanusi di Pilkada Kabupaten Malang.

"Kalau pajak sudah jelas seperti ini, lantas kalau di framing seperti itu kan sudah jelas tendensinya kemana," ujar Adeng.

Ia juga menduga bahwa ada oknum yang membocorkan data WP atau proteksi server keamanan dibawah Kementerian Keuangan itu gampang diretas.

"Saya sangat menyesalkan, KPP harusnya paham soal itu, saya bukan menuduh KPP yang membocorkan, hanya ada dua kemungkinan, dibocorkan oleh oknum kepada wartawan atau bisa saja server pajak rentan di retas. Ini yang harus di evaluasi, data itu sampai bocor itu gimana, apa ada kesengajaan?," pungkasnya.

Adeng juga menjelaskan bahwa salah satu syarat untuk maju Pilkada Kabupaten Malang yaitu salah satunya bakal calon tidak ada persoalan dengan pajak.

"Padahal persyaratan beliau sudah lengkap semua, jadi ga mungkin dong nunggak pajak. Ayolah kita jaga bersama kondusifitas yang sudah tercipta di Kabupaten Malang, apa untungnya menang dalam pilkada, tapi mengoyak persatuan dan kesatuan yang sudah tumbuh," tegas Abdul Qodir.

Pihaknya saat ini berencana akan melakukan somasi atas berita hoax tersebut dan mendesak KPP Kepanjen melakukan evaluasi internal.


Kontributor : Swandy Tambunan
Editor : Chandra Kirana
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar