SUARA INDONESIA MALANG

Angkat Kajian Bidang Ekonomi, UIN Malang Kukuhkan Dua Guru Besar

- 19 August 2020 | 14:08
Pendidikan Angkat Kajian Bidang Ekonomi, UIN Malang Kukuhkan Dua Guru Besar
UIN Malang kembali menambah dua orang guru besar.

KOTA MALANG - UIN Malang kembali menambah dua orang guru besar. Pengukuhan guru besar UIN Malang ini dilakukan pada Rabu pagi (19/8/2020) di Gedung Rektorat Lantai V.

Dua guru besar yakni Prof. Wahidmurni M. Pd dikukuhkan sebagai guru besar bidang ekonomi, sedangkan Prof. Salim Al Idrus, M.M., M. Ag dikukuhkan sebagai guru besar pengantar bisnis. Keduanya merupakan bagian dari guru besar dari Fakultas Ekonomi.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Wahidmurni menyoroti bagaimana pentingnya menciptakan enterpreneurship atau kewirausahaan dalam sistem pendidikan di PTKI.

"Perlu adanya seleksi ketat input dari peserta aktivitas bisnis 40 SKS yang potensial, bagaimana kurikulum dibuat fleksibel sesuai kebutuhan tim bisnis," ujar Wahidmurni.

Ia menambahkan evaluasi berkala dengan kebutuhan diperlukan antara tim dengan mentor dalam tindak lanjut program menciptakan enterpreneurship. Selanjutnya, pendampingan dengan memfasilitasi kompetisi untuk memperoleh pendanaan bisnis.

"Yang penting bagaimana mempertemukan dengan calon investor dan pelanggan dan harus diberikan pendampingan selama 2 - 3 tahun," lanjutnya.

Sementara itu Prof. Salim Al Idrus dalam pidato ilmiahnya berfokus pada dampak adanya pandemi Covid-19 kepada UMKM. Akibatnya lanjut Salim, terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga mempengaruhi permintaan dan daya beli masyarakat yang menurun.

"Tren produksi UMKM mengalami penurunan 95 persen. Sementara UMKM pada sektor jasa dan makanan di negara Afrika dan negara berkembang mengalami penurunan pendapatan 59 persen," terang Salim.

Dari sanalah disebut Salim, perlu adanya revitalisasi bisnis UMKM yang berorientasi pasar, orientasi kewirausahaan, orientasi teknologi, dan pendidikan.

"Maka revitalisasi bisnis UMKM harus menjadi perhatian yang berkesinambungan. Aspek pendidikan, orientasi pasar, orientasi kewirausahaan, dan orientasi teknologi yang dimiliki oleh pengelola UMKM harus direncanakan, ditata, diarahkan, dan dievaluasi," tukasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta :
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya