SUARA INDONESIA
Banner

GMNI Malang Raya Apresiasi Pemerintah Bubarkan FPI

MALANG - Sekertaris GMNI Malang Raya, Reza Fahlevy mengapresiasi langkah tegas yang diambil oleh pemerintah terkait pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI) yang mana telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian dan Lembaga berdasarkan ketentuan Perundang-undangan 30 Desember 2020.

"GMNI tetap konsisten menampik segala bentuk sentimen agama, suku dan ras sekaligus praktik diskriminasi terhadap minoritas. Maka tentu kami sangat mengapresiasi atas keberanian pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan meminta agar masyarakat tidak berlebihan dalam menanggapi situasi tersebut," ujar Reza Favlevy, Selasa (05/01/2021).

Reza mengatakan, organisasi masyarakat sejatinya harus dapat menjaga keamanan dalam negeri dan dapat menjaga keutuhan NKRI. Karenya langkah pemerintah sudah tepat dalam membubarkan ormas-ormas yang dapat mengancam perpecahan. 

“Saya sarankan agar Kapolri dapat dengan segera melakukan langkah preventif dengan merevisi poin yang bias, agar tidak terjadinya gejolak baru dalam tubuh masyarakat. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa negara memiliki sikap tegas dan teguh dalam menegakkan aturan lewat keputusan pembubaran FPI dan pelarangan kegiatannya," katanya.

Sebagai negara yang beragam, dimana telah banyak mengakomodir berbagai macam bentuk ormas, DPC GMNI Malang Raya menyarankan agar saatnya Indonesia bersih-bersih diri.

"Hal ini agar tidak bercokol kembali ormas-ormas intoleran yang berpotensi memicu kegaduhan dan mengancam keutuhan NKRI. Indonesia akan tetap berlanjut, sekalipun itu tanpa FPI," tegasnya.

Reza juga menyarankan agar ada program intensif dari pemerintah untuk mengupayakan, khususnya anak-anak muda yang selama ini tergabung di dalamnya, agar bisa berkarya dengan cara yang benar sesuai aturan hukum yang ada. Bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat, dan negara.

"Pemerintah harus melakukan upaya membina warga yang selama ini terlanjur bergabung didalam ormas ini, karena bagaimanapun mereka juga termasuk warga negara Indonesia juga," tutur Sekertaris GMNI Malang Raya, Reza Fahlevy.

Apa Reaksi Anda?