SUARA INDONESIA
Banner

Kadis DTPHP Tak Sejalan dengan Rencana Bupati Malang Kembangkan Kebun Sawit

KABUPATEN MALANG - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membangun Pabrik Kelapa Sawit dan juga mengembangkan perkebunan Kelapa Sawit seluas 60 hektar di Malang Selatan menuai banyak pro dan kontra.

Baru-baru ini, sejumlah warga dan aktivis lingkungan yang ada di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang protes terhadap rencana yang digulirkan Bupati Malang, Muhammad Sanusi.

Bentuk protes itu dilakukan dengan aksi mencabut pohon Kelapa Sawit dan menggantinya dengan tanaman buah-buahan.

Rencana pengembangan perkebunan Kelapa Sawit itu pun ditepis oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar.

Ternyata, Budiar tak sejalan dengan program yang sudah digadang-gadangkan oleh Bupati Malang yang baru saja dilantik tersebut.

"Terkait dengan sawit sebenarnya tidak ada kaitannya dengan sawit. Yang diinginkan dari Kabupaten Malang adalah mendirikan Pabrik Biofuel," pungkasnya beberapa waktu lalu kepada suaraindonesia.co.id saat ditemui di kantornya.

Dijelaskan Budiar, bahan Biofuel didapat tak hanya dari Kelapa Sawit. Namun juga bisa dari Singkong dan juga Jarak.

"Dengan adanya pabrik tadi (Biofuel) akan membuka harapan, membuka lapangan kerja baru. Jadi tidak ada kita mau menggantikan sawit. Tidak ada, kita tidak berkeinginan untuk itu," tegas Kadis DTPHP itu.

"Kan kita tahu semua kebutuhan itu tetap harus ada. Semua tanaman ada. Justru Pabrik Biofuel itu sekarang ada di Surabaya, sementara Surabaya ada lahan tidak untuk nanam? gak ada," tambahnya.

Menurutnya, isu yang dilontarkan Bupati Malang Sanusi untuk melakukan pengembangan perkebunan Kelapa Sawit di Malang Selatan adalah kabar yang tidak benar.

"Isu yang beredar terkait rencana penanaman sawit itu aslinya tidak ada. Ya artinya, tapi tanaman sawit itu ada di Kabupaten Malang sudah ditanam puluhan tahun. Di Donomulyo di sebelah selatan Kondang Bandung kalau nggak salah ya. Tapi penanaman sawit itu kurang lebih sudah 50 hektar. Tidak ada penanaman tambahan lagi," pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?