SUARA INDONESIA
Banner

2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, Pemberantasan Korupsi Dinilai Semakin Memburuk

MALANG - Hari ini Rabu (20/10/2021), tepat 2 (dua) tahun sejak dilantik, pasangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpim Indonesia.

Dalam dua tahun terakhir kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, masyarakat menyoroti kinerja pemberantasan korupsi yang mengalami kemunduran.

Pemerintah dinilai tidak memiliki komitmen menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Senin, 18 Oktober 2021 lalu. Hasil survei SMRC menunjukkan pemberantasan korupsi semakin memburuk.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan hasil survei lembaganya, warga yang menilai kondisi pemberantasan korupsi baik/sangat baik sekitar 24,9%. Lebih sedikit dibanding yang menilai buruk/sangat buruk 48,2%. Yang menilai sedang 23,2% dan yang tidak tahu 3,8%.

"Hanya 17,1% warga yang menilai korupsi di negara kita pada umumnya sekarang ini semakin sedikit dibanding tahun lalu. Yang menilai semakin banyak 49,1% dan ada 27,8% yang menilai sama saja. Yang tidak tahu 6%," ujarnya dikutip suaraindonesia.co.id dari laman resmi SMRC.

Ia mengatakan dalam dua tahun terakhir persepsi atas korupsi cenderung memburuk. Dan April 2019 ke September 2021 yang menilai korupsi semakin banyak jumlahnya.

"Sedikit naik jumlahnya dari 47,6% menjadi 49,1% sebaliknya yang menilai korupsi semakin sedikit menurun dari 24,5% menjadi 17,1%," katanya.

Survei ini melibatkan 1220 responden pada 15 hingga 21 September 2021 dengan tingkat kesalahan kurang lebih 3,19%.

Apa Reaksi Anda?