SUARA INDONESIA
Banner

Sambut Natal, Batu Secret Zoo Datangkan Giant Otter, Predator Mamalia Terbesar dari Amerika Selatan

KOTA BATU - Menyambut libur Natal dan Tahun Baru ini, Batu Secret Zoo, Jatim Park 2 Kota Batu, kembali membuka Exhzibit satwa baru yakni Giant Otter. Exhzibit itu resmi di buka pada 23 Desember 2020 lalu.

Giant Otter merupakan salah satu predator mamalia terbesar di Amerika Selatan. Jantan dewasa dapat berukuran lebih dari 2 meter dengan berat badan lebih dari 30 kg.

Giant Otter merupakan jenis hewan terancam punah di seluruh Amerika Selatan, karena perburuan dan perusakan habitat.

"Kami sangat bangga mengumumkan bahwa satwa tersebut didatangkan ke Batu Secret Zoo menjelang Natal dan Tahun Baru 2021," ungkap Tim Dokter Hewan Batu Secret Zoo, Roosy Margaretha Riupassa, Jumat (25/12/2020).


Setelah berbagai persiapan dan negosiasi internasional selama hampir dua tahun, Batu Secret Zoo diberikan kepercayaan menjadi kebun binatang kedua di Asia untuk berpartisipasi dalam program Breeding Internasional Giant Otter.

Batu Secret Zoo merupakan anggota resmi EEP (European Endangered Species Programme) Giant Otter di EAZA (European Association of Zoo and Aquaria).

EEP adalah program dari EAZA yang melindungi lebih dari 400 jenis satwa yang ada di kebun binatang Eropa.

Adanya program itu, Batu Secret Zoo dapat menerima satu ekor jantan Giant Otter dari River Safari Singapore.

Giant Otter itu diberi nama "Chico" oleh Batu Secret Zoo. Chico sampai di Batu Secret Zoo pada 1 Desember 2020. Chico lahir pada 8 Juli 2014.

"Chico akan mendapatkan kandang yang sangat nyaman yang sudah kami persiapkan sesuai dengan standart internasional Giant Otter, yang mengacu pada Husbandary Guidelines EEP," ujar Roosy.

Area kandang baru untuk Giant Otter memiliki luas 400 m2 dan di design menyerupai habitat aslinya yaitu terdapat tepian sungai.

Giant Otter akan memiliki akses ke kolam besar untuk bisa berenang dan memburu ikan.

Pembangunan Enclosure Giant Otter dimulai sejak pertengahan April 2020 lalu dan selesai tepat pada akhir September 2020.

"Hal ini sebagai bukti bahwa kami sebagai lembaga konservasi berkomitmen dalam upaya pelestarian satwa," pungkas Tim Dokter Hewan Batu Secret Zoo, Roosy Margaretha Riupassa.

Apa Reaksi Anda?